Media sosial merupakan fenomena di seluruh dunia dan orang-orang dari semua lapisan masyarakat menggunakan beberapa jaringan sosial untuk memperoleh atau berbagi informasi, juga sebagai sarana utama komunikasi dan ekspresi diri. Pengguna Facebook kini lebih dari 500 juta pengguna, Twitter lebih dari seratus juta, dan YouTube merupakan mesin pencari kedua terbesar di dunia.
Fenomena ini juga mempengaruhi tindakan pengguna social media didalam melakukan tindakan keputusan, termasuk didalamnya dalam hal berbelanja / berinvestasi. Sehingga banyak program branding suatu produk terkemuka melakukan kegiatan komunikasinya di social media. Sebut saja Blackberry Pad, sebelum melakukan promosi peluncurannya, Blacberry Pad diperkenalkan dan diperbandingkan dengan produk semacam IPad di youtube (lihat: www.youtube.com/watch?v=34ReHikyLJM )
Pada kesimpulannya, mengabaikan peran social media didalam pemasaran sama saja memberikan bantuan pesaing anda menggapai calon-calon konsumer yang tepat dengan cara yang efektif.
Universitas Al-Azhar Indonesia merupakan universitas yang menggunakan sistem manajemen berbasis euntreprenuership dengan unsur-unsur religius. Dengan 7 elemen dasar sebagai pembekalan utamanya, berupa : teknologi informasi, program bahasa, jaringan mitra strategis, kepemimpinan, keahlian manajemen, kewirausahaan, dan pengetahuan keislaman, menjadikan UAI siap berkompetisi sebagai institusi pendidikan bertaraf internasional di Indonesia.
Sebagai salah satu universitas dibilangan Jakarta Selatan yang kompetitif, menempatkan citranya dibenak khalayak penduduk DKI Jakarta membutuhkan strategi promosi yang kreatif sebagai pembuktian yang nyata atas program pendidikan yang diusungnya. Juga sebagai bentuk persaingan yang nyata dari banyaknya keberadaan universitas-universitas swasta lainnya di bilangan Jakata Selatan, seperti : LSPR, Binus, Paramadina, Moestopo, dll.

Universitas yang kini memiliki jumlah mahasiswa sebanyak 1959 orang ini memiliki web nya sendiri, uai.ac.id, dan berbagai macam link-link nya di social media yang ada seperti di Facebook dan Twitter. Akan tetapi program branding UAI lebih terfokus kepada web resminya saja dibandingkan dengan pemanfaatan jaringan social media yang sudah dibuatnya. Untuk lebih mudahnya kita dapat perhatikan bagaimana UAI tidak menciptakan blog nya sendiri seperti yang telah dahulu dilakukan oleh Binus yang bahkan kini mampu membangun jaringan TV streaming di dalamnya. Atau bahkan UAI hampir tidak terlihat mempublikasikan kegiatan-kegiatannya di dalam youtube.
Pada dasarnya didalam pemasaran terdapat istilah, "lakukan dengan benar pada saat yang tepat". Kini sudah waktunya bagi UAI untuk benar-benar ikut terlibat dan memfokuskan kegiatan promosinya di jaringan social media, untuk dapat benar-benar berkompetisi dengan universitas-universitas yang lain khususnya dibilangan Jakarta Selatan.

Fenomena ini juga mempengaruhi tindakan pengguna social media didalam melakukan tindakan keputusan, termasuk didalamnya dalam hal berbelanja / berinvestasi. Sehingga banyak program branding suatu produk terkemuka melakukan kegiatan komunikasinya di social media. Sebut saja Blackberry Pad, sebelum melakukan promosi peluncurannya, Blacberry Pad diperkenalkan dan diperbandingkan dengan produk semacam IPad di youtube (lihat: www.youtube.com/watch?v=34ReHikyLJM )
Pada kesimpulannya, mengabaikan peran social media didalam pemasaran sama saja memberikan bantuan pesaing anda menggapai calon-calon konsumer yang tepat dengan cara yang efektif.
Universitas Al-Azhar Indonesia merupakan universitas yang menggunakan sistem manajemen berbasis euntreprenuership dengan unsur-unsur religius. Dengan 7 elemen dasar sebagai pembekalan utamanya, berupa : teknologi informasi, program bahasa, jaringan mitra strategis, kepemimpinan, keahlian manajemen, kewirausahaan, dan pengetahuan keislaman, menjadikan UAI siap berkompetisi sebagai institusi pendidikan bertaraf internasional di Indonesia.
Sebagai salah satu universitas dibilangan Jakarta Selatan yang kompetitif, menempatkan citranya dibenak khalayak penduduk DKI Jakarta membutuhkan strategi promosi yang kreatif sebagai pembuktian yang nyata atas program pendidikan yang diusungnya. Juga sebagai bentuk persaingan yang nyata dari banyaknya keberadaan universitas-universitas swasta lainnya di bilangan Jakata Selatan, seperti : LSPR, Binus, Paramadina, Moestopo, dll.

Universitas yang kini memiliki jumlah mahasiswa sebanyak 1959 orang ini memiliki web nya sendiri, uai.ac.id, dan berbagai macam link-link nya di social media yang ada seperti di Facebook dan Twitter. Akan tetapi program branding UAI lebih terfokus kepada web resminya saja dibandingkan dengan pemanfaatan jaringan social media yang sudah dibuatnya. Untuk lebih mudahnya kita dapat perhatikan bagaimana UAI tidak menciptakan blog nya sendiri seperti yang telah dahulu dilakukan oleh Binus yang bahkan kini mampu membangun jaringan TV streaming di dalamnya. Atau bahkan UAI hampir tidak terlihat mempublikasikan kegiatan-kegiatannya di dalam youtube.
Pada dasarnya didalam pemasaran terdapat istilah, "lakukan dengan benar pada saat yang tepat". Kini sudah waktunya bagi UAI untuk benar-benar ikut terlibat dan memfokuskan kegiatan promosinya di jaringan social media, untuk dapat benar-benar berkompetisi dengan universitas-universitas yang lain khususnya dibilangan Jakarta Selatan.
6 comments:
penulisannnya dan isinya sudah bagus
bagus dull, isinya bagus
yap, UAI salah satu universitas baru yang berada di jakarta selatan kini sudah mampu mempromosikan universitas di sosial media.
nah skrg tinggal mahasiswany,, bs nggak ningkatin peran dlm memanfaatkan social media untuk kampusny sndiri..
maju teruslah, manfaatkan segala media yg ada...
seberapa besarkah pengaruh social media ini bagi UAI dalam kemajuan branding marketingnya .. ???
apakah efektif bagi semua masyarakat ataukah hanya masyarakat tertentu saja ??
Post a Comment