Tuesday, May 3, 2011

PERBANDINGAN HARGA TIKET PESAWAT GARUDA & AIR ASIA

Ketika Air Asia melakukan promo harga besar-besaran, seperti harga tiket Jakarta - Kuala Lumpur seharga dibawah Rp 400.000,- setiap orang penikmat jasa travel dan penerbangan terkesan dengan harga "miring" yang ditawarkan Air Asia. Hingga kini perusahaan penerbangan tersebut lebih dikenal sebagai perusahaan jasa penerbangan termurah di Asia.
Hal itu tidak terlepas dari usaha menciptakan branding position Air Asia sebagai The Asia's Leading Airlines, dengan menggapai konsumer-konsumer masyarakat kalangan menengah, khususnya di wilayah Indonesia yang tingkat konsumsinya lebih tinggi ketimbang pendapatannya. Dan biasanya penetapan harga yang murah selalu berdampak pada kekurangsempurnaan pada pelayanan tertentu dengan harapan dapat bertahan didalam persaingan bisnis.
Namun tampaknya Air Asia mampu mengkomunikasikan produk layanannya dengan baik, terbukti bahwa image yang diserap masyarakat adalah bahwa Air Asia dapat dihandalkan dalam strategi penetapan harga tiketnya yang murah sehingfa mampu menutupi segala kekurangannya didalam pelayanan dan fasilitasnya yang lain.
Bahkan, hingga kini, Air Asia tetap konsisten pada usahanya menetapkan strategi penetapan harganya, hal ini dapat dilihat di : http://www.adadiskon.com/category/7/travel-hotel.html.

Terlepas dari kepemilikan Garuda Airways oleh pemerintah Indonesia, Garuda Airways berusaha menjadikan dirinya tidak terpisahkan dengan Indonesia itu sendiri. Hal ini dapat dimaklumi dengan hubungan history Garuda Airways sebagai alat penerbangan pertama milik Indonesia didalam memerdekakan negeri. Dan usaha mengkomunikasikan hal tersebut dapat dilihat diseluruh TVC dan iklan-iklan yang beredar di media massa yang ada.
Lalu bagaimana dengan strategi penetapan harga yang dilancarkannya? Berbeda dengan Air Asia, Garuda Airways menetapkan harga yang sedikit diatas harga rata-rata tiket pesawat yang ada. Namun penetapan harga tersebut juga di-cover dengan pelayanan penerbangan yang sempurna hingga kepada fitur-fiturnya seperti : layanan jamuan makan pada saat penerbangan.
Garuda Indonesia juga berusaha menjangkau destinasinya hingga ke mancanegara bahkan hingga hampir ke seluruh dunia.
Garuda Airways berusaha membidik kalangan atas dengan psikografi pencari sensasi penerbangan yang berkarakter ke-Indonesiaan dan bukan sekedar sampai ke tujuan dengan cepat, aman, dan tepat waktu.
Meskipun penerapan strategi ini berhasil, bukan berarti Garuda Airways tidak memikirkan perihal strategi penetapan harga tiket yang murah. Nyatanya Garuda Airways menciptakan unit bisnis yang bernama Citilink yang mulai beroperasi pada tahun 2001 yang berusaha menggapai kalangan menengah yang membutuhkan layanan harga tiket murah dalam penerbangan. Namun jangkauan destinasi Citilink ini hanya terbatas pada penerbangan domestik saja. Berbeda dengan Air Asia yang destinasinya hingga ke mancanegara.


2 comments:

Ridho Nurfajar said...

mantap dah, tapi targeting dan kawan2 mana dull

Anything said...

biarpun msh bersaing di harga, tp saya lebih "bangga" memakai pesawat punya dalam negeri... merdeka...